Selasa, 08 Juni 2010

BRI Empat Kali Turunkan Suku Bunga Pinjaman

BRI EMPAT KALI TURUNKAN SUKU BUNGA PINJAMAN

Jakarta, 7/6/2010 (Kominfo Newsroom) – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero) sudah empat kali menurunkan suku bunga kredit sejak 2009 lalu, dalam mendukung harapan pemerintah untuk menurunkan suku bunga pinjaman guna menopang pertumbuhan sektor riil.

Sejak 2009 hingga kini, khusus untuk pinjaman komersial, BRI telah empat kali menurunkan suku bunga yaitu pada bulan Juli dan Oktober 2009 serta Februari dan April 2010, kata Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali di Jakarta, Senin (7/6) petang.

Penurunan itu justru dilakukan BRI pada segmen yang secara industri dianggap masih berbunga tinggi yakni ritel dan menengah.

Penurunan suku bunga tersebut sebagian besar diberlakukan pada segmen pinjaman Ritel dan Menengah, masing masing turun 0.50 persen untuk setiap periode penurunan suku bunga, katanya.

Sedangkan untuk segmen konsumtif, BRI juga telah menurunkan suku bunga KPR, KKB dan KMG sejak akhir tahun 2009 hingga awal 2010

Saat ini, tingkat suku bunga per Juni 2010 besarannya adalah sebagai berikut. Untuk KPR Fixed 1 th 12,25 persen, KPR Counter13,50 persen, Kredit Multi Guna (KMG) 13,50 persen, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) Mobil (1 tahun) 6,20 persen, (2 tahun)6,30 persen, (3 tahun) 6,50 persen.

Penurunan itu tidak terepas dari upaya BRI menurunkan margin namun tetap diiringi dengan pertumbuhan volume yang lebih tinggi sebagai kompensasi atas penurunan margin tersebut.

Bunga kredit BRI saat ini bahkan mencapai 7,00 persen untuk kredit valas serta kredit menengah mencapai 13persen. Dengan adanya pembatasan suku bunga negosiasi deposito rupiah yang saat ini sebesar BI Rate + 0.50 persen memberikan dampak yang signifikan terhadap penurunan cost of fund BRI, kata Ali.

BRI memperkirakan, hingga akhir tahun 2010 suku bunga akan kembali mengalami kenaikan. Namun demikian BRI akan tetap dapat mempertahankan tingkat suku bunganya bila BRI dapat meningkatkan komposisi dana murah serta peningkatan OS pinjaman sebagai kompensasi atas penurunan margin.

Seiring dengan itu, fee based income BRI juga terus meningkat tajam. Pasalnya, ekspansi jaringan teknologi informasi (TI) perusahaan telah menjangkau semua unit kerja BRI secara realtime dan online.(T.Ia/toeb)

0 komentar:

Poskan Komentar